Pantau Gejala Penderita Melasma! Berkonsultasilah Sebelum Terlambat

Pantau Gejala Penderita Melasma! Berkonsultasilah Sebelum Terlambat

Pada dasarnya, gejala melasma atau chloasma ialah adanya bercak berwarna pada kulit. Warna bercak biasanya lebih gelap daripada warna kulit anda. Warna kulitnya tergolong antara cokelat hingga cokelat tua. Keberadaan bercak ini umumnya simetris dengan noda pada kedua sisi wajahnya. Tak hanya di wajah (dagu, pipi, batang hidung, dan dahi), melasma juga dapat timbul pada bagian kulit yang sering terkena pancaran sinar matahari. Anda juga dapat menemukannya di lengan bagian bawah dengan leher. Menurut laman hellosehat.com, penyebab adanya melasma masih belum pasti. Artinya masih ada beberapa kemungkinan, misalnya akibat hormon, stres, atau adanya melanosit yang terlalu banyak membuat warna pada kulit. Hasilnya orang berkulit gelap akan mudah terdampak akibat kandungan melanosit didalamnya akan lebih aktif dibanding dengan orang yang memiliki kulit terang. Orang kulit gelap biasanya dapat anda temukan pada negara bagian, seperti Mediterania, Latin, Afrika, Timur Tengah, Afrika-Amerika, dan Indian.

Dalam dunia medis, penyakit ini disebut dengan hiperpigmentasi atau kelebihan pigmen. Apakah ini berdampak buruk bagi kesehatan? Jawabannya adalah tidak. Kulit yang memiliki bercak yang disebabkan oleh melasma tidak akan mengalami pembengkakan atau nyeri. Penderita melasma sebagian besar adalah perempuan daripada laki-laki. Hal ini karena penyakit ini sering berkaitan dengan perubahan hormon. Oleh karena itu, kebanyakan ibu hamil juga mengalaminya sebab telah mengalami perubahan hormon akibat memakai pil KB ataupun melakukan terapi pengganti hormon (HRT). Gejala melasma ini juga wajar terjadi pada ibu hamil dan nantinya akan berakhir setelah beberapa bulan bayi sang ibu lahir.

Dikutip dari honestdocs.com, gejala melasma ini akan muncul setelah seseorang melampaui masa pubertas. Terlebih mayoritas penderitanya ialah wanita ketika di masa reproduktifnya. Bahkan memiliki presentase antara 15 – 50% dalam keadaan hamil. Khusus bagi penderita saat hamil maka sering dikenal sebagai kloasma gravidarum. Selain menimbulkan bercak-bercak di muka, ada beberapa gejala lain yang timbul akibat melasma, diantaranya.

  1. Simetris

Penyakit ini sering terjadi di wajah dan memiliki sifat simetris atau sama. Sama di sini berarti ada di sisi kanan ataupun kiri.

  1. Lokasi di area wajah tertentu (predileksi)

Lokasi yang menjadi target melasma biasanya pada area hidung, pipi, dahi, dan dagu. Ada beberapa kasus yang menjadikan lengan bawah dan leher sebagai lokasi target akibat sering terkena pancaran sinar matahari.

  1. Perubahan warna atau diskolorasi

Ternyata bercak pada kulit akan mengalami perubahan warna. Bercak akan memiliki warna lebih gelap dibanding dengan warna kulit aslinya.

  1. Tidak merasa sakit ataupun nyeri

Adanya perubahan warna kulit saat akibat bercak-bercak yang timbul tidaklah terasa sakit, nyeri, ataupun rasa tak nyaman secara fisik. Yang ada ialah penderita akan cenderung merasa tidak percaya diri atau minder ketika mengalami kelainan ini.

Walaupun adanya melasma tidak akan menyebabkan masalah fisik lainnya, anda tetap direkomendasikan untuk berdiskusi dengan dokter spesialis kulit atau dermatolog. Hal ini karena kondisi kulit setiap orang berbeda-beda sehingga untuk proses penyembuhannya pun juga bergantung pada tipe kulit masing-masing. Hindari pemakaian obat-obatan (mengobati kanker tiroid dan kanker ovarium) atau kosmetik yang sensitif terhadap pancaran sinar matahari. Alasannya ialah akan mudah meningkatkan peluang melasma. Melindungi kulit dari efek sinar UV penting untuk mencegah melasma. Orang dewasa atau ibu hamil juga akan terkena hiperpigmentasi apabila obat hormon yang dikonsumsi tidak mampu melindunginya dari kerusakan akibat pancaran matahari.

Bagi pasien yang masih khawatir dan belum percaya diri sebaiknya tetap jalani hidup anda. Sebab penyakit ini tidak akan menimbulkan kematian. Media tidak ada yang menyatakan bahwa ini akan menjadi penyakit ganas yang menyerang kulit. Justru nyatanya, penderita akan cenderung mampu menurunkan kemungkinan terjadiya kanker kulit atau melanoma.

Written by