Pengobatan yang Tepat untuk Penyakit Kelainan Proses Pembekuan Darah

Pengobatan yang Tepat untuk Penyakit Kelainan Proses Pembekuan Darah

Setiap orang pasti pernah terluka. Ketika kulit sedang mengalami luka, darah yang mengalir keluar otomatis akan membeku dan akhirnya berhenti dengan sendirinya. Kalau orang dalam kondisi yang sehat, tentu proses pembekuan darah akan normal, namun jika di dalam tubuhnya terdapat gangguan kesehatan, darah tidak akan mudah berhenti yang bisa mengakibatkan perdarahan fatal.

Proses yang juga disebut sebagai koagulasi ini termasuk mekanisme alami yang terjadi di dalam tubuh dan sangat penting fungsinya. Pasalnya, proses tersebut menciptakan pembekuan darah dan membuat lukanya menutup dengan sendirinya. Kalau pembekuannya tidak dapat berjalan dengan normal, tentunya bisa memberikan hal yang fatal terhadap kondisi kesehatan seseorang.

Ciri-ciri Kelainan Proses Pembekuan Darah

Terdapat 3 jenis penyakit kelainan pada proses koagulasi, yaitu hemofilia, defisiensi faktor II, V, VII, X, XII, dan penyakit von Willbrand. Ketiga penyakit tersebut termasuk yang paling umum terjadi dan banyak juga yang menimpa anak-anak mau pun remaja.

Dari ketiga penyakit tersebut, semuanya memiliki ciri-ciri umum seperti di bawah ini.

  1. Terdapat memar secara tiba-tiba
  2. Mengeluarkan lebih banyak darah saat menstruasi
  3. Sering mimisan tiba-tiba
  4. Persendian sering mengalami perdarahan
  5. Mudah perdarahan meski luka atau cederanya ringan

Prosedur Pemeriksaan

Untuk pengobatan penyakit kelainan proses pembekuan darah tersebut, terdapat macam-macamnya. Namun, sebelum dilakukan pengobatan, dokter akan memakai prosedur pemeriksaan sebagai berikut.

  1. Anamnesis

Dokter akan menanyakan tentang keluhan apa saja yang dialami pasien. Pertanyaan tersebut meliputi riwayat penyakit, trauma, riwayat kecelakaan, berapa sering perdarahan terjadi, dan penyebab perdarahan terjadi.

  1. Pemeriksaan darah

Untuk memastikan keluhan pasien, perlu dilakukan pemeriksaan darah. Tes darah yang dilakukan seperti perhitungan volume darah, respon pembekuan darah, serta agregat platelet.

Pengobatan yang Diberikan

Setelah dokter mengetahui jenis penyakit kelainan proses pembekuan darah apa yang dialami, nantinya dokter akan memberikan pengobatan yang sesuai. Beberapa pengobatan yang biasanya diberikan yaitu:

  1. Suplemen zat besi

Obat ini mencegah pasien tidak mengalami kekurangan darah atau anemia.

  1. Transfusi darah

Diberikan darah tambahan agar volume darahnya bisa semakin bertambah. Orang yang darahnya sudah terbuang karena perdarahan perlu diberikan transfusi darah.

  1. Transfusi plasma

Jika pasien menderita penyakit kelainan proses pembekuan darah defisiensi faktor, salah satu faktornya saja, maka pasien perlu diberikan transfusi plasma.

  1. Injeksi faktor koagulasi

Pengobatan ini khusus diberikan untuk menginjeksi konsentrat protein yang dimasukkan ke dalam pembuluh darah. Dengan cara yang satu ini, perdarahan besar dapat semakin dikendalikan, khususnya penderita hemofilia.

Setelah mengetahui beberapa pengobatan untuk penyakit kelainan proses pembekuan darah, ada baiknya Anda jangan sembarangan memberikan atau mengkonsumsi obat-obatannya. Pastikan Anda konsultasi dengan dokter untuk dilakukan prosedur pemeriksaannya, sehingga dapat diberikan pengobatan yang tepat.

Written by